Sembilu Rindu

Aku tidak pernah merasa dikejar waktu
Aku juga tidak pernah merasa terlambat akan sesuatu
Tentang menyampaikan rasa? 
Justru aku lebih suka menikmati euforia seorang diri
Dimana akulah sang sutradara
Pemilik kendali atas semua tokoh dalam pikiranku
Segala kemungkinan buruk kurasa sudah pernah kumainkan dalam khayalanku
Tapi ada satu hal yang aku lupakan 
Dimana Tuhan adalah sebaik-baik dan sebenar-benar
Penulis skenario terhebat
Yang sebagaimana aku hanya bisa menerima tanpa bantahan
Seperti sekarang yang sedang kualami
Belum pernah kumainkan dalam ruang khayalanku
Bahkan terpikirkanpun tidak 
Saat seseorang yang secara diam-diam aku kagumi
Sangat sembunyi-sembunyi
Sedang berada pada titik terendah dalam hidupnya
Lalu disini aku yang sejak awal hanya tumbuh dengan 
Harapan yang sengaja aku pagari agar sang empu tidak melihat
Justru aku buka lebar sekarang
Untuk apa? Aku sendiri juga tidak memahami itu
Ternyata aku tidak siap akan sebuah hal yang secara tiba-tiba pergi
Dan tetap lebih menyakitkan daripada terkhianati
Yang awalnya kukira perpisahan itu hanya
Sebatas jarak yang jauh dan waktu yang harus berakhir
Namun rasaku yang diam-diam ini
Kurasa tak apa meski tak sampai

Komentar

Postingan Populer