Kematian Embun Pagi
Seorang gadis memanen pagi-pagi
Ia petik setangkai mawar dari rumahnya
Dengan wajah berseri
Langit namanya
Ia dapati ranum embun
Yang membasahi kelopak bunga itu
Memantulkan bayang-bayang
Seseorang di kejauhan
Sejurus kemudian Langit bergeming
Rona merah di pipinya hilang
Wajahnya berubah datar
Katanya, untuk apa kamu di sini?
Bukankah denganku,
Tidak semenarik yang kamu harapkan?
Sudah. Bebaskan saja dirimu itu
Dari belenggu kekawatiranku
Yang tidak masuk akal ini
Silahkan bersenang-senang
Semerdeka yang kamu inginkan
Aku dan kamu tidak kenapa
jika tidak bisa menjadi kita
Ini sudah bukan tentang mengistirahatkan rasa
Tapi tentang kematian. Ya, kematian rasamu.
Komentar
Posting Komentar